Makanan tradisional ini menjadi istimewa untuk tamu negara

Selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, kurang lebih terdapat lima orang kepala negara yang ingin datang berkunjung ke Indonesia. tidak hanya para pemimpin negara saja yang ingin berkunjung secara pribadi seperti Raja Salman bin Abdul Aziz tetapi ada juga beberapa acara kenegaraan seperti Konferensi Tingkat Tinggi IORA yang diadakan pada 7 Maret 2017 yang lalu.

Dalam memimpin negara, kemampuan untuk berdiplomasi dengan negara lain tentu begitu sangat penting. Karenanya setiap pemimpin negara di haruskan berkunjung ke negara lain, senantiasa dihidangkan menu kesukaan ttamu negara. Begitu halnya dengan presiden joko Widodo. Presiden bersama dengan jajaran Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, kerap menghidangkan salah satu menu kesukaan tamu.

Untuk menyelenggarakan acara kenegaraan dan menjamu tamu berupa pemimpin negara yang lain, Presiden Joko widodo selalu menyiapkan hidangan yang khusus untuk tamu negara. Makanan yang disajikan pun adalah makanan yang khas Indonesia banget. Melalui hidangan khas Indonesia yang lezat tersebut, maka diharapkan para tamu negara dapat lebih mengenal lebih jauh warisan serta budaya khas negeri pertiwi

Lalu apa sajakah makanan yang pernah dihidangkan untuk para tamu negara?Simak bareng-bareng yuk.

1. Selat Solo yang di hidangkan untuk menjamu Raja Salman

Saat Raja Salman berkunjung ke Istana Bogor untuk bertemu dengan Presiden Jokowi, sekretariat negara telah menyiapkan beberapa hidangan khusus untuk sang Raja yang sangat menggemari sayur-sayuran. Hidangan khas Indonesia yang akan disajikan adalah Selat Solo. Selat Solo sendiri awalnya memang diadaptasi dari Salad yang kemudian dibawa oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Selat Solo merupakan hidangan yang berisikan sayuran seperti wortel, selada, kentang goreng, buncis, kacang polong, serta mayonaise. Uniknya lagi yaitu, Selat Solo dihidangkan juga bersamaan dengan daging semur dan telur serta kuah yang berciri khas asam manis. Bikin ngiler bukan?

2. Nasi Liwet

Selain Selat Solo yang di hidangkan yntuk para tamu negara, Presiden Jokowi juga menghidangkan Nasi Liwet bagi keluarga besar sekaligus delegasi kerajaan Arab Saudi saat mengunjunginya pada awal Maret 2017 lalu. Sama seperti Selat Solo, Nasi Liwet yang juga merupakan kuliner khas kota Solo. Nasi Liwet sendiri sebetulnya adalah nasi yang dikukus dengan paduan santan, kaldu ayam, dan juuga diberi aroma daun salam. Biasanya nasi liwet dihidangkan dengan side dishes berupa tahu bacem, sambal, opor ayam, sup labu siam, dan areh (bubur gurih yang berasal dari kelapa).

3. Nasi Pandan

Untuk menjamu para tamu yang sedang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association, Presiden Joko widodo menyuguhkan kuliner Nasi Pandan. Nasi pandan merupakan hidangan khas yang berasal dari Jawa Barat dengan beberapa bahan racikan santan, daun pandan, dan daun suji. Proses pembuatannya pun hampir sama dengan nasi liwet hanya saja berbeda pada bahan yang digunakan. Nasi pandan yang disuguhkan pada acara KTT IORA ini dilengkapi dengan lauk gulai ikan kakap fillet, kentang goreng, dan tomat ceri.

4. Asinan Jakarta

Presiden Joko widodo juga pernah menghidangkan sajian kuliner yakni Asinan Jakarta pada Konferensi Asia Afrika yang diadakan pada tahun 2015 silam. Asinan Jakarta ini seringkali ditemukan di Jawa bagian barat terutama pada daerah Jakarta, Bogor, dan sekitarnya. Terdapat dua macam asinan yakni asinan sayur serta asinan buah. Yang membuat kuliner asinan ini menjadi unik adalah kuah yang berasa asam sekaligus menyegarkan karena disajikan dengan sayur atau buah. Tak lupa juga, kerupuk menjadi salah satu pelengkap hidangan asinan ini.

5. Serabi Bandung

Makanan khas Bandung yang satu ini sudah tidak asing lagi. Dalam Konferensi Asia Afrika 2015 yang lalu, ada juga hidangan manis khas Jawa Barat yakni serabi Bandung yang disajikan dengan menggunakan kunyit asam Sorbet. Hidangan ini dapat disajikan oleh Presiden Jokowi di halaman tengah Istana Kepresidenan bersama dengan menu makan malam lainnya pada Konferensi Asia Afrika. Wah, kira-kira para peserta jadi makin jatuh cinta sama Indonesia ngga ya?