Teknik Mengukus Ikan dan Mengukus Sayuran

Mengukus Ikan

Ikan Sangat Menyehatkan Anda penggemar ikan? Selain nikmat disantap, ikan juga membentengi tubuh dari penyakit jantung, membantu mengatasi jerawat, dan membuat awet muda. Menurut Prof. Dr. Williams Lands, guru besar kimia dan biologi dari University Lilinois, Chicago, mereka yang mengkonsumsi ikan dalam jumlah memadai memiliki resiko lebih kecil mengidap gangguan kardiovaskular. Hal itu karena minyak ikan kaya akan asam lemak Omega 3, yang membantu membersihkan racun di jantung. Asam lemak Omega 3 ini juga diyakini memberikan efek positif mengatasi arthritis, asma, jerawat, hingga depresi. Konsumsilah ikan sedikitnya dua kali seminggu, untuk meraih tubuh sehat dan kulit cantik berseri.

Mengukus paling ideal untuk sayuran dan makanan-makanan lunak seperti ikan, baik yang utuh maupun fillet atau steak. Cara masak ini terutama cocok untuk para pediet karena vitamin dan mineral yang hilang selama proses pemasakan sangat sedikit dan tak perlu menggunakan minyak atau lemak. Alat kukusan dari bambu harganya murah dan tersedia dalam berbagai ukuran.

Mengukus Ikan :

Gunakan wadah yang tutupnya rapat untuk mencegah uap mengalir keluar.

Bumbui ikan secara baik sebelumnya. Kalau tidak, ikan akan terasa hambar.

Menjaga air di bawah kukusan terus menerus mendidih dapat membuat ikan matang.

Pastikan ikan mempunyai cukup banyak tempat. Kalau tidak, pematangan ikan kurang merata.

Mengukus Sayuran :

Anda dapat mengukus hampir semua jenis sayuran, termasuk kentang.

Pastikan semua sayuran dipotong dalam ukuran yang sama sehingga matangnya merata.

Sajikan sayuran kukus segera sesudah matang untuk mendapatkan cita rasa terbaik.

Tambahkan sedikit bumbu segar, seperti basil / daun kemangi, daun ketumbar atau dill.

Memilih Rempah Daun Sebagai Penyedap Rasa

Daun Kari

Disebut juga daun temurui atau salam koja. Bentuknya seperti daun katuk, tapi lebih tebal. Daun ini banyak digunakan di dapur Aceh dan Sumatra Utara, untuk memberi rasa gurih pada situs poker online hidangan bersantan seperti kari.

Daun Salam

Berbentuk lonjong dan mirip seperti daun jambu biji. Kalau tidak ada yang segar, daun salam yang kering tetap dapat digunakan. Daun ini sering digunakan untuk hidangan tumisan, gulai, kari, lodeh, dan sayur asam.

Daun Kunyit

Aromanya sama dengan kunyit, hanya lebih lembut. Daun yang berbentuk lebar ini biasa digunakan dalam bentuk segar untuk hidangan dari dapur Sumatra, seperti kari, kalio, atau rending.

Daun Kemangi

Selain bisa langsung disantap segar sebagai lalapan, daun ini juga sering dipakai untuk menambah aroma pada pindang ikan, pecak lele, atau aneka pepes. Campurkan sesaat sebelum matang.

Daun Seledri

Berbatang panjang dan ditumbuhi daun-daun kecil pada ujungnya. Aromanya yang khas dan kuat sangat cocok untuk membuat kaldu, baik untuk kuah sup maupun bakso. Bisa juga untuk taburan mi atau bihun goreng dan bubur ayam.

Daun Jeruk Purut

Bentuknya berbeda dari daun jeruk biasa. Terdiri dari dua daun yang berderet dalam satu batang. Biasa digunakan dalam bentuk irisan, sobekan, atau utuh, untuk masakan, minuman, bahkan kue seperti bika ambon. Aromanya yang segar sangat cocok untuk dicampurkan dalam hidangan bersantan atau seafood.

Daun Bawang

Bagian pangkal hingga setengahnya berwarna putih, dan ujungnya berwarna hijau. Biasa digunakan dalam bentuk irisan tipis untuk taburan tumisan dan hidangan berkuah, atau dalam bentuk utuh untuk membuat air kaldu.